MAMA LAUREN meninggal : Pemakaman Mama Lauren Diwarnai Hujan 'Aneh' !!! : Mama Lauren, Sisa Kain Kafannya Dicuri !!

Posted by ngunik On Senin, 17 Januari 2011 0 komentar



Prosesi pemakaman Mama Lauren diwarnai hujan rintik-rintik yang aneh. Hujan itu sebentar turun, lalu berhenti, hujan lagi, berhenti lagi. Begitu berkali-kali. Menurut pawang hujan, hujan itu kiriman dari rival Mama.

Sang pawang hujan, Dody Dohir, yang ditemui di TPU Menteng Pulo, Jakarta Timur, Selasa (18/5/2010), terlihat berusaha keras menangkal hujan agar tidak turun di area pemakaman Mama. Dody yang berpakaian gamis hitam dan berkopiah putih. Sambil memegang tasbih, dia mengacungkan tangannya ke langit, sambil mulutnya berkomat-kamit. Dody sedang berusaha mengirim hujan itu ke tempat lain.

"Saya berusaha menggeser hujan ini ke tempat lain. Saya tahan supaya enggak hujan," tutur Dody.

Okezone yang berada di lokasi, turut merasakan sedikit keanehan hujan yang memiliki pola turun hujan-berhenti, turun hujan-berhenti, turun hujan-berhenti itu.

Dijelaskan Dody, dalam penglihatannya, itu bukan sekadar hujan biasa. "Ini banyak banget mas, aura paranormalnya. Sekarang ini ada beberapa paranormal se-Indonesia yang kemungkinan jadi rivalnya Mama Lauren senang melihat Mama Lauren meninggal. Mereka berniat mengirim hujan saat pemakaman ini," jelasnya.

Dody terlihat kepayahan berusaha menangkal hujan. Dia berusaha meminta bantuan dari teman-temannya di Banten.

Meski diwarnai hujan, pemakaman paranormal gaek itu berjalan lancar. Prosesi pemakaman ditutup ustaz yang membacakan doa.


http://chillinaris.files.wordpress.com/2009/07/9124_mama-laurent-daniel.jpg


Almarhum Mama Lauren meninggal dunia sebelum menurunkan ilmu ramalan pada pewarisnya. Suami dan dua orang cucunya, Nuh Prabawa Lauren dan Crisna Mantra Prabawa Lauren, belum terlihat mewarisi bakat Mama Lauren.

“Belum kelihatan kalau sekarang,” ujar suami Mama Lauren, Hendrik Pasaribu saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Selasa.

Bagi Mama Lauren, mewarisi bakat meramal sepertinya bukan sesuatu yang dianggap penting. Buktinya, sebelum meninggal, peramal berusia 78 tahun itu tidak menitipkan pesan pada keluarganya mengenai kemampuannya meramal.

“Pesan terakhirnya sabar-sabarlah, pandai-pandailah kita,” jelas suami kedua Mama Lauren itu.

Bakat meramal justru menurun ke anak angkat Mama Lauren, Beby Djenar. Bahkan sebelum meninggal, Mama Lauren sempat ingin mewariskan sebuah benda ke Beby.

Benda tersebut berupa sebuah selendang berwarna hijau. Selendang itu, menurut Mama Lauren, didapatkannya dari Pantai Laut Selatan.

Karena tak ada warisan khusus, ada beberapa orang yang ingin dapat ilmu ramal meramal itu. Tak aneh, saat jenazah Mama Lauren akan dimakamkan, sisa kain kafan Mama Lauren hilang.

Hal itu terungkap dari ucapan protokol acara pemakaman peramal kondang tersebut. Ia mengatakan, ada yang mengambil sisa kain kafan Mama Lauren.

“Kalau ada yang mengambil dan membawa pulang kapas dan kain kafan sisa, harap dikembalikan. Keluarga meminta kembali,” kata si protokol di rumah duka Komplek Cipinang Indah, Jalan Kasuari No. 2, Jakarta Timur, Selasa (18/5).

Mama Lauren menghembuskan nafas terakhir Senin (17/5) malam pukul 21:37 WIB. Minggu (16/5), ia dibawa ke RS PGI Cikini karena sesak nafas. Mama Lauren dimakamkan di TPU Menteng Pulo. NET